Tindakan Asusila Intai Mahasiswi
Daerah kampus kini tak hanya
rawan curanmor. Baru-baru ini, tindakan asusila kerap terjadi. Sasaran
empuknya yakni mahasiswi. Bahkan, pelaku mulai membuntuti dan berani
pegang-pegang korbannya.
Tindakan asusila tersebut tidak dialami langsung oleh Livia, salah
satu mahasiswa Unej. Tetapi, teman satu kosan mahasiswi Fakultas Ekonomi
dan Bisnis (FEB) Universitas Jember (Unej) inilah yang jadi korban.
“Waktu itu saya di kamar mandi, tiba-tiba Mbak Kos yang baru datang itu
berteriak-teriak di tempat parkir,” kata Livia.
Dia pun serba bingung mengetahui ada kejahatan asusila yang menimpa
temannya. “Bingung, harus bertindak apa dan mau lapor ke mana,” katanya.
Kejadian itu bukan malam hari, tapi sore hari. Jalan pun masih ramai.
Menurut cerita teman Livia, korban baru saja keluar ke toko di Jalan
Bangka yang tak jauh dengan bundaran. Saat mengeluarkan motor, tiba-tiba
ada tangan yang ingin mengapai bagian dada. “Mbak Kos mengira, orang
itu ingin menyapa temannya, bukan ingin pegang-pegang. Untung belum
kena,” katanya.Dia tak menyangka, cerita tak senonoh tersebut ternyata juga dialami teman Livia yang lain. “Dari cerita itu, ternyata teman-teman juga pernah mengalami hal yang sama,” imbuh perempuan yang kos di daerah Belitung ini.
Perempuan asal Ponorogo ini mendapatkan cerita lagi, ada pria yang mencoba bertanya-tanya ke penghuni kos perempuan. “Ya modusnya tanya-tanya alamat rumah. Selanjutnya, pria itu mengatakan dada besar begitu,” ujarnya.
Terbaru, tambah Livia, sekitar dua hari kemarin, di teras tempat kosnya ada bra. “Pagi-pagi, tiba-tiba ada bra warna hitam di teras. Bra itu juga bukan milik anak kos,” tambahnya.
Cerita Livia itu juga hampir sama yang dialami oleh Sari. Mahasiswi Unej yang kos di Jawa 4 ini pernah dipegang bagian pantat oleh pria yang tak dikenalnya. “Waktu itu saya jalan kaki sama teman, sampai di Jalan Jawa, tepatnya di depan SMPN 3, tiba-tiba ada yang pegang (maaf) bokong saya,” ujarnya.
Sari pun tak bisa berbuat apa-apa, hanya diam saja atas tindakan nyeleneh pengendara motor tersebut. “Mau berteriak tapi takut. Takut nanti malah diincar,” katanya.
Sari pun mengungkapkan kehidupan di daerah kampus Jember semakin waswas saja. Jika sebelumnya rawan maling motor, maka sekarang juga rawan tindakan asusila yang menyasar mahasiswi. Apalagi, kata dia, pelaku terbilang sangat berani. Sebab, dilakukan siang hari bukan malam hari.
Sumber : https://www.jawapos.com/radarjember/read/2018/03/19/58005/tindakan-asusila-intai-mahasiswi
Tidak ada komentar